Rabu, 11 Juni 2008

Historikal Ruang Kehidupan

gambar ini diambil dari,
http://www.acehinstitute.org/images/harapan__.jpg

sulit dan sulit untuk mengenal diri orang lain. adalah bagian dari aktifitas kita sehari-hari. mengenal itulah kebiasaan sehari-hari kita dalam kehidupan. romantisme dan pertikaiannya menjadi suatu hal yang biasa dalam kehidupan. apa keterkaitan antara pertanyaan diatas dengan romantika, perkenalan dan pertikaian. semua itu memiliki keterkaitan yang kuat dalam kehidupan sehari kita. mungkin dalam dunia psikologi itu masuk dalam instrumen ilmiah.

romantika, perkenalan dan pertikaian menjadi satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan kita dewasa ini. kehidupan yang memiliki ruang-ruang interaksi didalamnya.

ruang2 interaksi ini memiliki bagian-bagian didalamnya. sebagaimana ruang semestinya. memiliki bagian-bagian didalamnya. ruang yang memiliki materi didalamnya. begitupun ruang interaksi ini memiliki suatu tempat dimana posisi interaksi perkenalan terjadi didalamnya. jika kita memasuki satu ruangan yang asing bagi kita pasti kita langsung menuju pada satu titik fokus pandangan dan langsung mempertanyakan kepada diri kita. ada apa di dalam ruangan ini? itulah ruangan interaksi perkenalan yang dimiliki oleh manusia dan ketika kita sudah masuk dalam ruangan tersebut pastinya kita mendapatkan satu jawaban mengenai ruangan itu dan saat kita sudah masuk dalam ruangan dan mengenal seluruh benda2 yang berada di dalam, kita akan terus bertanya mengenai kondisi barang yang ada di dalam ruang itu.
mencoba untuk mengena lebih dalam dan terus mencari masuk dalam ruang interkasi pertikaian, proses interaksi antara benda dengan manusia terjadi disana. itulah ruang interaksi pertikaian terjadi ketika kita masuk dalam ruang dan kita mempertanyakan untuk yang kedua kalinya mengenai kondisi barang, apa yang ada di dalam isi barang itu.
selanjutnya, ruang interkasi roamtika, ketika kita sudah mengenal dan memahami ruangan itu, dari mengenal isi barang di dalam ruangan itu baru kita dapat mengenal lebih jauh ruangan yang telah kita masuki. saat kita mengenal ruangan dan barang-barang didalamnya maka kita sudah mengenal dan akan tertarik dengan ruangan itu dan baru kita menilai bahwa ruang itu memiliki cukup banyak barang dan cukup luas bagi kehidupan kita dan memberikan syafaat (manfaat) bagi kehidupan yang akan datang.

itulah ruang-ruang yang selalu hadir di tengah-tengah kehidupan kita. mencari ruang interaksi perkenalan, ruang interaksi pertikaian dan ruang interaksi romantika menjadi bagian dalam aktifitas kita

begitu banyak ruang-ruang kehidupan ini yang memberikan kehangatan dalam aktifitas kita. semoga ruangan-ruangan itu selalu menjadi bagian yang terdalam bagi kehidupan dan tidak menjadi ruang-ruang terluar yang hanya menjadi bayangan semu hidup ini. sehingga kita terus melakukan pengharapan dan terus mencari. dialah orang yang mengenal ruangan dalam kehidupan dirinya.

Senin, 02 Juni 2008

Air Sumber dari Segala Sumber Kehidupan

http://www.ekojalusantoso.com/images/air.bmp
air adalah segala dari sumber kehidupan manusia. Berawal dari air manusia dapat hidup dimanapun iya berada. Mungkin itu biasa orang menyeloteh tentang air.

Benar sekali, air merupakan segala sumber kehidupan, kehidupan manusia,hewan,tumbuh2an dll di penjuru dunia manapun kehidupan makhluk hidup membutuhkan air sebagai sumber kehidupannya Air sangatlah penting, jika menerawang lebih jauh mengenai fungsi air dapat di jelaskan dengan penjelasan sederhana yang terjadi disekeliling kita banyak sekali kejadian-kejadian yang aneh karena air. dari wabah penyakit, bencana alam, bencana bagi kehidupan sosial masyarakat dan lain sebagainya.

saya ingin menjelaskan mengenai pentingnya air dalam kehidupan terkait dengan wabah penyakit. sering ditayangkan oleh seluruh media elektronik maupun media cetak indikasi wabah penyakit gatal-gatal maupun diare diakibatkan oleh konsumsi air kotor yang dilakukan oleh masyarakat dipinggiran kota yang jarang sekali mendapatkan air bersih. nilai-nilai konsumsi air bersih sekarang ini jarang sekali didapat. khususnya di kota besar seperti Jakarta airnya telah terkontaminasi oleh limbah-limbah cair yang berasal dari pabrik-pabrik di sekelilingnya sekaligus juga lahan bagi sterilisasi air sudah jarang ditemukan. yang biasanya lahan sterilisasi itu di jumpai sebagai lahan pertanian maupun lahan perkebunan di pinggiran kota Jakarta, untuk sekarang ini lahan tersebut tidak lagi dimiliki yang dimiliki oleh kota jakarta ialah lahan-lahan yang ditanami oleh beton-beton gedung bertingkat dan rumah-rumah kumuh menjamur di pinggiran kota Besar tidak lagi pohon-pohon maupun tumbuhan penyerap yang menjamur di pinggiran kota besar. Sungguh tragis jika melihat fenomena seperti ini. tidak jarang wabah penyakit merebak di daerah-daerah pinggiran kota besar sering terjadi. hal ini sudah menjadi lumrah bagi bagi kehidupan sekarang ini. bukan lagi sebagai momok yang krusial bagi dunia kesehatan manusia.

suatu keadaan yang dilema jika ingin menanggulangi kondisi yang seperti ini. kesadaran itu menjadi kesadaran yang naif, sadar atas kondisi itu akan tetapi tidak tahu bagaimana untuk menanggulanginya. kesadaran ini tidak lagi menjadi sautu pelajaran yang berharga bagi mencegah kontaminasi kebersihan air di kota besar. disatu sisi masyarakat sadar dengan kondisi seperti ini akan tetapi kesadaran ini mengkristal di pikiran saja bukan mengkristal dalam perbuatannya. sehingga tidak ada langkah-langkah yang nyata dalam penanggulangan itu. di satu sisi pemerintah juga tidak dapat memposisikan dirinya sebagai pelestari alam. sungguh kompleks permasalahan mengenai penanganan air bersih ini.

menurut beberapa ahli di dalam kehidupannya manusia terbagai atas 75 % mineral dari aktifitasnya. artinya disini bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh kebutuhan air (mineral) dalam aktifitasnya. jika ukuran 75% tersebut dalam tubuh manusia maka akan merasakan rasa letih bahkan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit sperti flu dan lemahnya kondisi stamina pada manusia.

Selain air dapat menjadi wabah penyakit juga air dapat menjadi wabah bagi kehidupan sosial masyarakat. Dengan melihat kondisi masyarakat sekarang ini sangat sulit sekali mendapatkan air. kondisi seperti ini menjadi lahan bagi investor besar untuk peluang pasar. kondisi ini juga menjadi satu lahan besar bagi korporasi (perusahaan) besar untuk memarjinalkan bangsa ini dari krisis dimensi sosial. untuk sekarang ini seluruh perusahaan-perusahaan air di Indonesia telah menjadi aset bagi asing karena saham-saham perusahaan air minum seperti pam, aQua dll menjadi milik bangsa asing tidak lagi dimiliki oleh pemerintah. sungguh mengenasakan kejadian seperti ini. air tidak lagi menjadi komoditi yang pemenuh kebutuhan Gratis bagi kelangsungan kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini akan tetapi menjadi nilai komoditi yang memiliki nilai tukar yang tinggi. kehidupan manusia sekarang ini telah dipadati oleh nilai tukar. nilai tukar uang. sampai kapan kondisi ini dapat berubah menjadi kondisi tanpa ada nilai tukar apapun? mungkinkah ini terjadi dalam kehidupan manusia dalam waktu dekat ini?

langkah seperti apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat?
salah satunya adalah langkah pendidikan non-formal (inklusif). langkah yang tepat harus dilakukan dengan mengejewantahkan indikasi-indikasi yang negatif terjadi. dengan memberikan pendidikan yang transformatif sperti ini pada anak dini untuk menjaga air dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan air tersebut menjadi kotor. pendidikan tersebut tidak masuk dalam program formal yang biasa dilakukan akan tetapi menjadi program non-formal dari siapapun terhadap masyarakat sehingga masyarakatpun merasakan keprihatinannya kepada aktifitas itu. langkah pwndidikan non-formal (inklusif) ini dapat diartikan dengan langsung terjun ke masyarakat dan langsung berpartisipasi dengan masayrakat untuk membersihkan bersama.