Rabu, 05 November 2008

MIMPI

farm2.static.flickr.com
| mirza sulfari

Sekali kita mula mengerti dan bersungguh-sungguh menguasai pikiran dan persaan kita, maka saat itulah kita melihat bagaimana kita menciptakan realitas kita sendiri. Disitulah letak kebebasan kita, disitulah letak semua daya kita.

Marchi Shimof, the secret

Disela-sela waktu yang kosong jam perkuliahan, Mimpi menjadi obrolan yang hangat dalam diskusi bersama teman-teman di bangku perkuliahan. Mimpi, menjadi perbincangan yang serius di tengah obrolan kami. Kami mencoba untuk mendefinisikan mimpi, dari apakah itu mimpi hingga kenapa kita harus memiliki mimpi?

Sering sekali orang mengucapkan mimpi. Mimpi dan mimpi. Sesuatu yang sangat misterius. Dia (mimpi) tidak terwujud tapi sering melengkapi kehidupan ini. Saya mencoba untuk meredefinisikan arti mimpi dengan teman-teman saya. Ternyata sulit untuk meredefinisakan apa itu mimpi? Sering ungkapan sekilas tentang mimpi. Mimpi adalah tujuan hidup, mimpi adalah buta (dream is blind) dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang mendefinisikan arti mimpi. Tidak sederhana yang dibayangkan untuk mengartikan mimpi. Karena mimpi sesuatu yang abstrak dan imajenir. Tidak mudah untuk mendefiniskan mimpi secara absolut karena mimpi berada pada imajenasi persepsi dan imajenasi persepsi tersebut dimiliki oleh setiap manusia. Tidak akan ada manusia yang tidak pernah mengalami mimpi, karena mimpi akan selalu hadir dalam pikiran kita. Sepenggal cerita tentang mimpi.

Mimpi itu tidak kosong

Dia terisi oleh rasa keingin tahu-an akal

Dia berada dalam suatu ruang dan waktu yang berisi

makna-makna kehidupan

Dia (mimpi) seperti anak kecil yang lari kemanapun dia mau

Bebas megekspresikan diri dalam imaji-imaji alam pikirannnya

Abstrak dalam bingkai tujuan sekaligus sebagai alat pencapaian

Itulah mimpi sebuah deskripsi sketsa kehidupan

Seperti tinta yang digoreskan dalam kertas yang dinamakan

Kehidupan.

Secara abstraksi mimpi dapat diartikan sebagai pengalaman hidup dan secara definisi mimpi dapat diartikan sebagai jalan hidup yang terekam didalam akal untuk menciptakan tujuan hidup. Tujuan yang berada dalam realitas yang abstrak perlu dengan afirmasi (penjelasan) dari persepsi dan pengalaman.

Seperti orang yang memikirkan tentang susuatu hal yang penting bagi hidupnya. Hal yang penting itu adalah keinginan yang ingin dicapai seperti : ingin bertemu dengan orang yang spesial, ingin mendapatkan jabatan atau apapun yang diinginkan oleh kita sendiri. Jadi, dapat ditarik benang merah bahwa Mimpi tidak hadir tanpa ada persepsi-persepsi yang ingin dialaminya. Mimpi juga dapat menjadi penyeimbang bagi kehidupan kita. Jika, persepsi tersebut terekam dalam akal ini maka secara tidak langsung persepsi tersebut akan mengarahkan kita pada tujuan (pengalaman) yang ingin dicapai. Pengalam yang pernah saya alami. Ketika saya ingin menjadi pemenang dalam perlombaan puisi di tingkat SMP se-Bekasi. Sebelum saya berlomba, saya memikirkan dalam perlombaan itu untuk mendapatkan juara dua. Karena saat itu saya belum pernah mendapatkan juara ke-2 di tingkat SLTP. Dan akhirnya saat saya mengikuti lomba tersebut saya mendapatkan juara kedua. Peringkat kedua yang hadir dalam keinginan saya itu terus dan terekam dalam pikiran saya. Keseimbangan antara pengalaman dan tujuan yang saya ingin capai terekam erat dalam pikiran. Sehingga saya mendapatkan juara peringkat kedua dalam perlombaan tersebut.

Mimpi dapat menciptakan keseimbangan sekaligus menciptakan tujuan dalam kehidupan. Suatu pengalaman bangsa ini mengenai mimpi yang pernah lahir dari para pelopor bangsa ini. founding fathers bangsa ini memiliki mimpi yang besar. Mereka (founding fathers ) memiliki mimpi besar terhadap negara ini. Seperti Sutan Syahrir yang memiliki mimpi untuk menciptakan bangsa yang merdeka dari kolonial Belanda saat itu. Dan akhirnya mimpi itu terwujud dan dirasakan sekali oleh kita.

Dia (mimpi) dapat mengarahkan kita pada tempat yang ingin dicapai. Rangsangan mimpi akan menciptakan keteraturan perjalanan sekaligus menuntun pada suatu proses kehidupan kedepan nantinya. Rangsangan terjadi ketika kita merasakan sesuatu yang terus-menerus terekam dalam akal pikiran dan menciptakan alam pikiran baru dalam kehidupan ini.

Plato seorang filosof Yunani pernah mengatakan bahwa nantinya dalam kehidupan manusia akan terjebak disebuah goa yang berisi keteraturan kemapanan. Mereka manusia akan senang dengan kesenangan yang telah ada didalam goa tersebut. Mereka akan bahagia dan akan tetapi mereka kosong dan mereka tidak mengenal diri mereka sendiri karena mereka tidak memiliki mimpi.

Jika kita merasakan suatu makna dalam kehidupan ini maka nantinya kita akan memiliki mimpi. Sebaliknya jika kita tidak memiliki mimpi dalam kehidupan ini maka kita tidak akan memiliki makna dalam kehidupan ini. Viktor frankl pernah mengatakan bahwa makna hidup dapat menjadi terapi bagi kehidupan kita. Terapi yang akan menumbuhkan nilai-nilai kehidupan baru dalam menciptakan dan melahirkan mimpi-mimpi yang ingin dicapai.

Yang ingin kita capai untuk mimpi adalah melangkah lebih jauh, tangan yang lebih luas berbuat dari biasanya, mata yang menerawang pada setiap benda-benda yang lebih dari biasanya, akal yang merekam pikiran-pikiran yang lebih dari biasanya, mulut yang lebih mengucap dari biasanya untuk selalu melafaskan doa, raga yang akan tertunduk sujud dalam pusara semesta yang lebih dari biasanya untuk selalu menciptakan mimpi-mimpi baru dalam kehidupan ini. (sari inspirasi : 5 cm).

Selasa, 16 September 2008

Rahasia


Essai |

Suatu kata yang saya pertanyakan di dalam kehidupan saya sekarang ini. Pikiran ini selalu mempertanyakan tentang hal itu. Apa itu rahasia? Apakah rahasia itu sesuatu makanan yang lezat atau rahasia itu wanita yang cantik? ternyat bukan itu. Dia (rahasia) yang berada dalam kehidupan ini. Sesuatu yang saya lakukan sebelumnya. Mencari tentang keadaan yang lebih baik atau mencari kesempurnaan dalam hidup ini. Pertanyaan rahasia itu meresap dalam akal ini dan selalu menghantui saya. Kata yang pernah saya dapatkan disalah satu buku yang saya baca.
Saya akan mencoba untuk mengingat kembali tentang pertanyaan mengenai rahasia. Kata itu didapat ketika saya membaca sebuah buku yang sekarang sedang populer. Rahasia yang menjadi suatu keadaan, dimana keadaan itu selalu hadir di tengah-tengah kehidupan saya sekarang ini. Suatu rahasia yang disadari atau tidak disadari oleh saya. Tanpa disadari sebelumnya bahwa rahasia itu mengelilingi kehidupan saya. Ketika saya menginginkan benda yang saya senangi. Benda itu adalah sebuah flash disk yang memiliki kapasitas 2 Mega bite. Ketika saya ingin memiliki barang itu, saat itu juga saya tidak memiliki uang untuk membeli barang tersebut. Akan tetapi, tidak selang berapa bulan saya mendapatkan barang itu dan sekarang saya memilikinya. Bukan ini yang saya ingin jelaskan mengenai rahasia. Tetapi sebuah proses tentang rahasia saya, mendapatkan barang yang saya inginkan.
Sebelum masuk pada apa itu rahasia? Saya ingin mencoba untuk memahami terlebih dulu apa itu rahasia dibalik saya mendapatkan barang itu. Rahasia yang pahami ketika melihat kejadian tersebut ialah merupakan suatu realitas (keadaan) yang hadir oleh suatu kondisi ketika kesadaran mengenai sesuatu itu berkaitan dengan keadaan yang pernah dialami. Dikatakan Rahasia karena dia (rahasia) berada dibalik suatu realitas yang ada. Keadaa yang selalu menyelimuti kehidupan saya. Yang dirasakan oleh indera kita maupun akal. Realitas yang dapat mengafirmasi (menjelaskan) tentang adanya suatu rahasia dalam kehidupan ini melalui proses pencarian.
Rahasia itu hadir di dalam semesta ini. Saya bertanya dalam diri saya tentang rahasia. Rahasia dibalik saya mendapatkan benda itu. Sesuatu yang sebelumnya dalam proses terekam didalam pikiran mengenai benda itu. Benda yang saya inginkan itu menghantarkan saya pada tujuan saya dalam pencapaian kepemilikan benda itu. Sehingga, Saya harus mengumpulkan uang untuk membeli barang itu dan mengendarai sepedah motor untuk membelinya. Pikiran itu telah menghantarkan keinginan saya. Ketika saya mulai untuk mengendalikan dan sunguh-sungguh menguasai pikiran itu, saya memiliki kehendak bebas, memiliki realitas sendiri dan memiliki kemampuan saya sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Sesuatu tarik menarik antara keinginan saya dengan barang yang hadir ketika saya menginginkannya.
Sungguh menajubkan semesta ini penuh dengan ke-rahasia-an. Tepat, jika dikatakan bahwa semesta ini adalah sekolah bagi kehidupan manusia yang berada di dalamnya dan jika semesta ini mengajarkan untuk terus menyingkap jawaban dari rahasia semesta ini. Semesta yang memberikan ruang-ruang pelajaran utntuk menjawab kerahasiaan itu. Kehidupan ini penuh dengan hukum tarik menarik dan keselarasan yang memiliki relasi antara satu dengan yang lain. Tanpa disadari sebelumnya bahwa rahasia mengelilingi kehidupan kita. Relasi rahasia itu dengan kehidupan kita dapat di jelaskan dalam buku the true power of water yang menjadi penelitian salah satu profesor jepang yang meneliti kegiatan air. Jika kita mengucapkan sesuatu kata yang baik pada air maka air tersebut akan membentuk kristal-kristal yang indah seperti mutiara umumnya dan jika berbicara dengan kasar kepada air maka air tersebut akan bereaksi dengan membentuk pecahan-pecahan kristal yang tidak beraturan.. artinya, bahwa suatu rahasia dapat menegasikan dirinya jika kita mengenalnya. Itu merupakan suatu relasi bahwa rahasia itu akan selalu disingkat oleh kita dengan mengenal rahasia itu sendiri.
Selain itu, semesta ini memiliki suatu keselarasan dalam kehidupan kita sehari-hari. Keselarasan rahasia itu, biasa kita masuk kedalam pasar maka kita akan mengangap bahwa pasar itu semerawut, berisik dan ricuh. Padahal dibalik kesemrautan, berisik dan ricuh yang berada di pasar itu adalah suatu keselarasan. Ada yang berjualan, ada yang membeli, ada yang membawa barang-barang belanjaannya dll. Masing-masing yang berada didalam pasar itu dalam menjalankan aktifitasnya memiliki peran-perannya. Perannya utntuk mencapai suatu tujuan kebutuhannya. Seperti, yang berjualan memiliki peran sebagai orang yang ingin mencapai tujuan kebutuhannya, yang belanja memiliki peran sebagai orang yang ingin mencapai tujuan kebutuhannya, begitu juga dengan yang lainnya memiliki perannya sebagai orang yang ingin mencapai tujuan kebutuhannya.
Rahasia itu tidak diam, dia mengeluarkan jawaban dengan dirinya. Dia (rahasia) mengeluarkan indikasi-indikasi yang tertangkap oleh akal ini untuk di kenal oleh diri yang lain dari rahasia itu. Karena kita sendiri adalah rahasia itu sendir. Rahasia itu melekat menjadi satu oleh diri kita.



Mirza sulfari,
15-09-2008, Jogyakarta