Senin, 28 Desember 2009

Tentang semangat hidup yang baru

sudah sekian lama aku meninggalkan dunia blogger.. sekarang aku hadir untuk menyapa kembali dalam ruang cyber ini, mungkin tulisan ni dapat menyegarkan bagi yang membacanya.. hari ini aku sajikan tulisan dari menu terbaruku. selamat menikmati hidangan yang di sajikan..

Surat untuk kawan disana,

Seketika saat itu aku sedang browsing di internet untuk membuka salah satu web yang sering aku kunjungi. Sebelumnya aku hanya ingin membuka salah satu situs pertemanan akan tetapi secara tiba-tiba tanpa ada rencana sebelumnya aku langsung membuka email di situs yahoo yang biasa aku gunakan untuk menyimpan data-data disana. Saat itu aku berfikiran hanya ingin melihat informasi apa yang masuk ke dalam inbook emailku. Telah aku telusuri satu demi satu pesan yang masuk, ternyata terselip salah satu pesan berbeda dari yang lain dengan tanda pesan titik-titik, langsung saja dengan rasa penasaranku sesegera aku membuka pesan tersebut. Ternyata aku mendapatkan kiriman email dari ‘seseorang’ yang mengirim sebuah pesan yang berlambangkan note nada. Ternyata sebuah soft lagu yang dinyanyikan oleh Ello, Ipang, Saint Loco, lala dan Berry. Aku penasaran dengan lagu itu. Langsung saja aku menyimpannya di sebuah flash disk yang aku miliki untuk aku dengarkan nantinya. Entah, lagu itu berjudul apa? Aku bingung!! Yang aku dapatkan hanya nama penyanyinya saja serta lantunan nada musiknya. Tidak penting bagi ku untuk memikirkan judul dari lagu itu, yang aku pikirkan hanya syair-syair dari lagu itu. Kira-kira seperti ini syair lagunya,

Helo teman semua
Ayo kita sambut hari baru telah tiba
Apa yang ku rasakan ku ingin engkau tahu dan berbagi bersama
Buka kita buka hari yang baru sebagai semangat langkah kedepan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira dalam suasana baru
Bukalah.. bukalah semangat baru 3x
Coba diam walau hanya tuk sejenak dengarkan kata dari segala yang ku ucap
Menjelang pagi ini nikmati damai di hati dalam waktu penuh arti karena aku dicintai
Kuingat kemaren suasana tak bersemangat namun kini kujalani dan semua rasanya tepat
Bersama kita coba wujudkan harapan mengubah jalan dalam gapai setiap tujuan
Mentari bersinar selalu
Kini yang ku minta penuh semangat tertawa
Bersama mu teman semua
Karena ini saatnya kita nyanyi bersama
Dengarkan hatimu pastikan pilihanmu esok mentari kan datang bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana berbagi bersama dan kita tau pelangi yang satukan kita

Oo ternyata ada seseorang disana yang ingin memotivasi ku, terima kasih engkau seseorang disana. Maaf sebelumnya, tidak aku kutipkan judul lagu ini. Memang aku tidak tau judul dari lagu itu. Ah, tidak penting bagiku untuk dipikirkan terlalu dalam yang terpenting bagiku adalah makna dari sebuah syair yang dinyanyikan, terkadang memang penting judulnya. Sudahlah, hiraukan saja judul lagu itu. Saat aku mendegarkan lagu itu yang aku pikirkan ialah semangat hidup yang baru bersama seseorang yang dapat menemani ku untuk melangkah jauh kedepan didalam kehidupan pribadiku maupun dalam lingkunganku yang akhirnya nanti dapat menciptakan kehidupan dari yang lama menuju yang baru, entah siapa orang itu yang aku maksud?
Lagu itu dengan berkali-kali aku dengarkan untuk aku coba memahami. Bagiku lagu itu menarik untuk didengarkan, karena setiap baitnya membangunkan motivasi untuk terus berfikir tentang masa depan yang baru, berawal dari kita dan keinginan untuk berlaku positif, harapan baru kelak akan terwujud. Beberapa penyanyi sungguh menarik menyanyikannya serta syair dan irama lagu itu dengan ditemani oleh ekspresi suara dari penyanyinya, apalagi saat menuliskan tulisan ini, aku ditemani oleh keheningan malam dan terpaan angin kipas yang tanpa henti memanggilku dengan udara yang ditiupkan ke badanku, sungguh ekspresif sekali, suasananya jadi berarti sekali bagiku bersama aku dan suasanaku. Saat ini ataupun entah sampai kapan aku dapat mendengarkan lagu ini dengan penuh semangat dan bahagia.
Kita mulai untuk memaknai lagu ini dari pengalaman yang sekarang kita alami. Pandanganku mengenai lagu ini ialah, lagu yang beraliran pop dengan dipadukan sedikit alunan rap hip pop yang menjadikan lagu ini semakin mantab saja didengarkan. Mengapa? Karena dengan semangat juga penyanyinya memainkan. Dengan mencoba aku memahaminya, aku coba untuk memaknai lagu ini dengan goresan tulisan yang sederhana. Kira-kira maknanya seperti ini : berawal dari seseorang yang mencoba untuk menyapa, sebagai sebuah pemahaman tentang kebersahajaan sifat untuk mengajak kita mendengarkan lingkungan kita serta menyapa kita untuk berfikir tentang sesuatu hal yang berada di hadapan kita, berasal dari sapaan “Hello Teman Semua” maka setelah dengan sapaan yang bersahaja itu, mulai beranjak dalam ajakan selanjutnya untuk berpandangan tentang sesuatu tujuan dalam merubah kehidupan hari ini lebih baru lagi. Karena makna baru itu sendiri ialah sesuatu hal yang belum terjamah oleh siapapun yang merupakan hasil dari proses panjang, yang bukan berasal dari kepemilikan kehidupan yang lain. mungkin bagi orang lain bukan bagi kita. Perubahan kehidupan yang menjadi pribadi yang baru dengan mengawali hari ini dengan hal yang baru, belum terjamah oleh kehidupan kita yang sebelumnya, mungkin itu kata kunci bagi kehidupan yang baru.
Sebelum memaknai kehidupan hari ini, diawali dengan sifat keterbukaan jika ingin mendapatkan kehidupan yang baru. Tanpa harus berfikir tentang sesuatu yang negatif. Karena dengan berfikiran secara negatif maka kita akan terbawa oleh lingkungan yang negatif pula, karena aku yakin teman!! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin mengawali hidupnya dengan hal-hal yang negatif. Analoginya sederhana tidak ada buah yang hasilnya bagus jika pada proses menanamnya penuh dengan sentuhan yang negatif dengan meracuninya, begitupun kehidupan ini. Dengan menebarkan senyum bahagia dan wajah gembira sebagai sesuatu bentuk sifat keterbukaan dan tuntunan dalam memaknai semangat baru dan berani untuk mengungkapkan sesuatu hal yang selalu membayangi kehidupan ini. Ketika kita menyapa lingkungan dengan baik dan sifat ketebukaan maka yang terjadi adalah rasa percaya diri akan tumbuh berkembang sebagaimana mentari menemani tubuh kita saat ini dengan cahayanya. Penuh dengan kejujuran tanpa ada kebohongan. Saat mentari bersinar saat itulah harapan mulai bangkit dengan merangkul tubuh ini untuk bergerak lebih jauh dan lebih jauh lagi. Karena cahaya mentari itu akan selalu menemani langkah baru kita dengan ditemani oleh tujuan baru kita. Cahaya yang menuntun kita untuk menjalani kehidupan baru. Sajak sederhana dariku untuk tuntunan cahaya kepada kehidupan kita yang baru.

PENUNTUN
Oleh : Mirza Sulfari

Belum sirna dalam tatapan mata telanjangku
Kau telah menelanjangi asa dalam gelak jiwaku
Tuk terus memompa nyawaku dan berperang
Melawan realitas hati kecil ini dengan wujudmu, penuntun
Belum sirna dalam bayang-bayangku
Kau telah menawarkan sejuta tawa dalam khasanah bidak tubuh kecilku, engkau penuntun
Kau mengujurkan cahaya dalam erotisme rama sinta
Dalam penyatuan kisahnya, penuntunku
Cahaya, teruskanlah dan tetapkanlah
Rasakanlah kalau jiwa ini berada dalam ekstase asa,
Ketika sebuah keyakinan kau telah hadirkan kembali
Dari imajimu, wahai penuntun

Sebagai suatu langkah untuk mencapai tujuan yang baru dengan penuh harapan yang baru pula, pastinya. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan hubungan satu dengan yang lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Martin Buber -I require a you to become, becoming I, I say you- “aku membutuhkan “engkau” untuk menjadi, sambil menjadi aku, aku berkata engkau”. Mungkin tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat berdiri sendiri karena semua ini merupakan organis-organis yang saling berhubungan sebagai suatu korelasi dalam system kehidupan. Maka bukalah semangat baru. Dan semangat ataupun kehidupan yang baru membutuhkan penuntun untuk menuntun kehidupan ini menjadi baru. Bukan karena kita lemah dan bukan karena kita tidak mampu untuk berbuat sesuatu. Tapi itulah yang dibutuhkan.
Lagu ini secara tidak langsung mempengaruhi kehidupanku saat ini sebagai sebuah penghantar hubungan yang harmonis dengan kehidupan yang lainnya. Sungguh menggugah asa dalam diri saat kehidupanku ini mulai menggebu-gebu. Syair lagu yang aku dapatkan dari “seseorang” yang jauh disana. Entah, Maksud apa kiriman lagu ini? Apakah yang engkau makna lagu ini, hai seseorang disana? Entahlah! Sebagaiman aku memahami lagu ini dalam makna bait-bait kehidupanku. Aku masih bingung dengan maksud kiriman lagu ini, lagi-lagi aku berfikir itu, walaupun maknanya aku pahami dengan cukup lama, perlu dengan berkali-kali aku mendengarnya. Tapi sudahlah mungkin saat ini aku belum mendapatkan jawaban itu, tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan mendapatkan jawaban itu seperti mentari yang akan mempersatukan keindahan alam ini melalui cahayanya. Bersama kita coba mewujudkan harapan mengubah jalan dalam gapai setiap tujuan.
Ya, mungkin saja syair itu mengandung makna tentang kehidupan seseorang yang harus memulai kehidupannya dengan semangat baru dan kehidupan itu di pahami sebagai pandangan baru pula, agar kita mendapatkan kembali awal-awal dari kebangkitan hidup yang pernah kita alami sebelumnya untuk hari esok dan lain waktu. Kehidupan baru itu harus dimulai pada saat ini sebagai suatu bentuk keinginan kita untuk menghadapi hari esok dengan semangat yang baru agar kita tetap hidup dalam suasana yang baru. Bersama wajah dan senyum yang gembira serta langkah yang akan menjadi langkah yang baru untuk mewujudkan keinginan yang baru pula.
Akhir dari cerita lagu ini ialah,
Dalam suasana kesendirian ini aku mulai selami makna dari lagu tersebut dengan penuh kesenangan dan kegembiraan hati. Mungkin karena lagu ini berasal dari “seseorang” yang hari ini dan mungkin esok hari aku banggakan. Harapan baru bagiku untuk mendapatkan hal yang baru untuk menghidupkan kembali semangat yang baru itu, yang sesuai dengan makna lagu diatas. Benar, pengalaman baru yang saat ini ku miliki tumbuh kembali. Suasana itu dihadirkan, ketika disaat lalu pengalaman itu tidak ada. Terima kasih atas pemberiannya, pemberian itu sangat berarti bagiku untuk tetap semangat menjalani hidup ini dengan penuh semangat baru, dengan ditemani oleh seyuman dari kegembiraan, karena suasana yang baru ini untuk mentari esok yang akan menyapaku dan menyentuhku dengan semangat yang baru dalam menghadapi dinamika kehidupanku.

Mirza Sulfari, Yogyakarta, 28.12.09. pada waktu 21.24

Senin, 11 Mei 2009

Aku dan sejarahku

http://usm.maine.edu/maps

oleh | Mirza sulfari

Manusia adalah makhluk yang hidup dalam ruang dan waktu. Ruang dan waktu yang penuh dengan keterbatasan dari jangakauan dan jarak dalam kehidupannya. Secara material “Aku” sebagai manusia yang penuh dengan batas-batas jarak, jangkauan yang akan melahirkan sejarah baru. Sejarah baru untuk menentukan kehidupanku dalam sebuah lingkungan “Aku” secara material. Sedangkan “Aku” manusia secara imaterial memiliki kehendak bebas dalam menentukan kehidupaku terhadap lingkunganku. Imaterial itu “Aku” miliki dalam proporsi berfikir memakai logika, imajenasi dan kreasi terhadap lingkunganku.

Menurut Benedetto Croce, sejarah adalah “......jejak rekam tentang kreasi jiwa manusia.....”. Aku sekarang adalah jejak rekam dari masa laluku. masa laluku “ter-program” dalam pikiranku sekarang ini. Maka “Aku” manusia secara material belum memiliki kehendak bebas yang utuh. Terbatas dengan ruang dan waktu. Karena bagian dari waktu itu adalah “Aku” dalam menentukan aktifitas sosial secara Jasad. Sejarah kehendak bebas dalam rutinitasku ialah berfikir, berimajenasi, dan berkreasi dalam menentukan kehidupanku secara imaterial dengan “Aku” bersama kehidupanku.

Ruang dan waktu itu selalu bersejarah dalam rotasi waktu yang relatif tidak tetap atau dinamis. Maka “Aku” manusia yang memiliki predikat sebagai aktor sejarah dan yang membuat sejarah. Itu secara materil “aku” manusia yang terbatas. Manusia yang tidak hidup dalam keadaan untuk tidak memilih, melainkan hidup dalam keadaan yang ditemuinya. Keadaan dimana “Aku” manusia yang dilahirkan dari warisan masa laluku. Maka “Aku” adalah makhluk deterministik dari masa yang lalu. Tidak bagi “Aku” sebagai manusia imaterial. Manusia yang hidup dalam keadaan untuk memilih, untuk memilih hidup dalam keadaan lingkungan yang ditemuinya. Keadaan dimana “Aku” manusia yang dilahirkan dari hari ini untuk masa yang akan datang.

Apakah itu yang dinamakan aktor sejarah atas kehendak bebas tindakanku dalam sejarah hidupku? “ya” itulah aktor sejarah. Yang hidup untuk memilih pilihan hidupnya. Jikalau aku tidak memilih untuk menjadi manusia hari ini. Maka aku tidaklah menjadi hari ini. Tetapi aku adalah aku yang dahulu dalam kehidupanku. Dengan Seperti saat manusia dilahirkan, manusia telah menemukan sebuah keadaan yang didapatkannya yaitu lingkungan keluarga yang dimiliknya. Ketika “Aku” dilahirkan, “Aku” diberikan predikat nama sebagai manusia yang terlahir. Nama itulah yang menjadi predikat sejarahku dalam kehidupan masa-masa yang akan datang dalam menentukan kehidupanku nanti. Sebut nama itulah Identitasku yang bersejarah. Aku dikatakan Manusia Karena memiliki identitas dan predikat yang melekat dalam diriku ketika aku terlahir. Selain nama yang aku miliki Aku pun memiliki akal sebagai kehendak bebas untuk menentukan kehidupan kelak nanti. Ketika aku ingin menjadi pintar, ketika aku menjadi orang yang baik dan ketika aku menjadi orang sukses. Itulah yang membedakanku dengan makhluk hidup yang lain. Mungkin secara material aku tidak berbeda dengan makhluk yang lain tetapi secara imaterial aku jelas berbeda dengan mereka yang lain “makhluk hidup”.

Sekarang aku masuk dalam sebuah lingkungan yang dinamakan keluarga. Sebuah lingkungan yang menjadikan sejarah salah satu awalku hidup di dunia keterbatasan ini. Lingkungan yang sebelumnya memiliki keteraturan-keteraturan hidup (Norma) yang disepakati secara kolektif (bersama) oleh individu-individu yang terintegrasi secara bersama. Jika aku keluar dari keteraturan-keteraturan itu maka yang akan terjadi adalah negasi (pengingkaran) terhadap kesepakatan-kesepakatan yang secara tidak formal telah disepakati sebelumnya. Setelah itu kesan yang didapat ketika Aku keluar dari norma-norma yang disepakati adalah menjadi bagian dari kausal primer (sebab-akibat utama) yang harus mengikuti alur logika hukum itu. Itulah yang membentuk aku dan sejarahku. Karena,

Aku mengenal diriku bukan aku yang kini.

Aku mengenal diriku sebagai aku yang dahulu.

Aku mengenal diriku dari identitas atau predikatku yang ditanamkan oleh lingkunganku.

Identitas dari hasil kreatif dan imajenatif manusia

Itulah aku, terintegrasi dalam alur sejarah lingkunganku.

to be continue......

Jumat, 27 Februari 2009

Manusia Mengenal Alamnya


Melalui akal (ide) dan pikiran, manusia dapat melakukan perkenalan terhadap gejala-gejala yang terjadi di sekilingnya. Akal dan pikiran menjadi alat manusia untuk mendekatkan diri kepada alamnya untuk memahami kecenderungan kejadian yang terjadi di sekelilingnya. Terkhusus pada pengalaman yang saya alami ketika saya mengikuti acara kelas di kaliurang. Tepatnya pada malam hari ketika acara api unggun. Teman saya mendekat kepada saya, lalu tanpa basa basi saya bertanya kepada teman saya. Kenapa ya, jika badan kita didekatkan ke api akan terasa panas? Teman saya menjawab, mungkin karena badan kita tidak dapat menerima panasnya api unggun itu. Sehingga kita akan merasakan panas. Saya bertanya kembali, sebenarnya Panas api itu yang menerima akal atau pancaindera kita? Kami berdua berfikir sejenak untuk menjawab pertanyaan yang lahir begitu saja. Kalau pendapatku, api itu sebenarnya tidak diterima oleh pancaindera kita, akan tetapi diterima oleh ide kita. Ide (akal) kita yang merespon panasnya api itu dan merasakannya adalah kulit tubuh kita. Akal kita yang merespon terjadinya panas pada kulit dan rasa panas itu dirasakan oleh rangsangan kulit kita. Artinya, kulit akan merasakan secara materi kejadian-kejadian yang terjadi sedangkan ide merasakan gagasan panas yang dimiliki oleh api, jiwa adalah keseluruhan panas yang dirasakan oleh kita dan akal kita merespon kejadian-kejadian secara konsep yang abstrak. Rasa panas itu terjadi karena adanya konsep (ide) yang dimiliki oleh kita sehingga kita mengenal rasa panas itu. Rasa panas itu kan sifatnya materil yang diterima oleh pancaidera kita. Materi yang dirasakan adalah panas. Panas api itu bagian dari api itu sendiri. Aksiden api itu adalah panas dan berwarna merah. Maka jika tubuh kita didekatkan kepada api maka yang dirasakan adalah rasa panas.
Manusia merupakan makhluk yang berakal yang dapat memahami dan menafsirkan sesuatu dilingkungannya. Melalui akal dan pikiran dapat dilakukan oleh manusia untuk mengenal alamnya dan sang pencipta alam. Melalui interpretasinya terhadap gejala-gejala yang dapat terjadi di sekilingnya. Akal dan pikiran menjadi alat manusia untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta melalui pemahamannya terhadap gejala-gejala yang terjadi di sekelilingnya. Dengan melalui akal dan pikiran yang dimiliki oleh umat Islam maka nantinya dapat mengenal Allah, takut kepada Allah, Cinta Kepada Allah dan Selalu bersujud kepada Allah. Ide dan gagasan atau akal dan pikiran suatu bagian yang terpisahkan oleh manusia untuk memahami realitas yang berada di luar dari lingkungan individunya secara mandiri. Ide biasa disebut oleh Plato dengan realitas sesungguhnya dari segala yang ada dari penginderaan yang dimiliki oleh manusia untuk mengenal lingkungannya. Karena ide tidak akan pernah mati dan tidak pernah berubah sekaligus tidak terbatas dalam memahami sesuatu yang diterima. Ketika sebuah ide memahai bunga maka yang berada dalam ide adalah bunga bukan bentuk-bentuk dari bunga. Karena bentuk-bentuk bunga seperti mawar, anggrek, itu merupakan aksiden-aksiden yang melekat dalam ide manusia.
Perubahan itu terjadi karena panca indera menangkap bentuk-bentuk. Sebuah perubahan yang terjadi karena panca indra menangkap sesuatu yang terbatas dengan memakai pancaindera. Dengan memakai ide, manusia dapat memahamai dan mengnal realitas sesungguhnya. Berbeda dengan penginderaan sebagai alat yang selanjutnya manusia untuk mengankap realitas untuk mengenal dengan jelas lingkungannnya. Penginderaan itu bersifat pragmatisme. Maksudnya, secara cepat manusia mengenal lingkungannya dan secara langsung menangkap realitasnya dengan keterbatasan yang dimiliknya. Seperti mata yang dapat melihat, tangan kita yang dapat meraba, mulut kita yang dapat mengucap, lidah kita yang dapat merasakan, telinga kita yang dapat mendengar dan hidung yang dapat mecium. Itu semua alat yang dimiliki oleh manusia untuk mengetahui dan memahami realitas yang terbatas dalam kehidupannya. Alas an bagi akal dan pikiran lebih kuat dari panca indra ialah, 1. ide tidak berkesudahan, 2 pancaidera berkesudahan, 3. ide tidak terbatas, 4. Pancaidera terbatas. 5. Akal menjangkau apapun. 6. Pancaindera sulit menjangkau apapun.

Rabu, 07 Januari 2009

Cerita di Kantin Kampus

http://images.google.co.id/imgres?imgurl=

Oleh | Mirza Sulfari

Aku ingin becerita tentang aku bersama teman-temanku, di salah satu tempat yang berada di kampus. Saat itu, dalam kesempatan yang berbahagia aku bertemu dengan salah satu temanku di salah satu loby fakultas , tempat biasa teman-teman bersanda guaru disana. Pertemuan itupun tanpa disengaja sebelumnya, pertemuan itu seperti tiba-tiba tanpa ada janji dan tanpa ada kesepakatan untuk kita harus bertemu. Pertemuan itu sepertinya tidak disengaja tapi seakan sudah disusun dan sudah dikonsep sebelumnya. Oleh siapakah yang menyusun dan mengkonsep pertemuan kami itu? Pertanyaan itu hadir dalam pikiran saya.

Kemudian, setelah saya dan teman bertemu, kami sedikit untuk berbincang-bincang di salah satu tempat duduk lobi fakultas tadi. Sebentar saja kita berdiskusi mengenai studi kami, pertanyaan muncul dari salah satu teman saya, kapan kamu selesai kuliah? Dengan percaya dirinya salah satu teman saya berbicara Bulan Maret saya akan selesaikan studi saya, kalau kamu sendiri? Saya insya Allah akhir Desember, teman saya satu lagi nyeletuk, Desember kapan? 2 tahun lagi ya. Ga lah, Desember tahun 2009 saya akan meyelesaikan studi, itu ucap saya bersama teman satu lagi. Setelah kami ber tiga bersanda gurau di salah satu bangku pelataran lobi fakultas, salah satu teman saya kembali memberikan solusi di tengah-tengah perbincangan kami, aku lapar nih! Kita ke kantin yuk, kemudian, kami bertiga tanpa ada perdebatan langsung bergerak untuk menuju salah satu tempat biasa kami makan bersama. Lalu, ditengah perjalanan saya dan teman sayamelihat-lihat pamflet di pinggiran dinding-dinding fakultas. Berbagai macam pamphlet ada disana, dari pamfelt yang bertuliskan seruan kepada mahasiswa untuk menggabungkan diri hingga pamflet yang menginformasikan agenda atau kegiatan salah satu organisasi kemahasiswaan. Sungguh beragam informasi yang ditawarkan oleh berbagai organisasi dari internal kampus hingga organisasi eksternal kampus. Sangat beragam. Saya bersama teman-teman langsung merespon kondisi itu.

Ternyata dalam kenyataan berkehidupan, komunikasi yang dipakai adalah komunikasi melalui media-media seperti pamflet dan lainnya yang berbentuk media cetak. Komunikasi pamflet tersebut adalah alat bagi mereka yang ingin memperkenalkan kepada masyarakat umum khusunya mahasiswa bahwa mereka hadir ditengah-tengah mobilitas kampus. Mereka mendokumentasikan dirinya melalui pamflet tersebut dan memperkenalkan dirinya melalui secarik kertas yang di foto kopy dan disebarkan melalui dinding-dinding fakultas. Selanjutnya, itu merupakan suatu alat untuk mempengaruhi mahasiswa untuk berikut serta. Saya jadi teringat dalam sebuah artikel yang say abaca disalah satu situs internet. Salah satu strategi yang pertama dilakukan oleh mereka yang ingin mempengaruhi public (masyarakat) dengan melalui alat propaganda seperti : pamflet, Koran, dan media-media lainnya yang sejenis. Setelah masyarakat dikenalkan atau dipengaruhi melalui alat-alat propaganda tersebut maka selanjutnya yang dilakukan adalah dengan membuat forum-forum diskusi mengenai materi-materi yang telah ditawarkan oleh mereka melalui alat propaganda tersebut. Ketika menemukan kesepakatan dalam forum tersebut maka nantinya aka nada manifestasi bagi hasil dari dsikusi tersebut dan manifestasi tersebut menjadi kesadaran kolektif (bersama) untuk melakukan suatu tindakan. Kemudian, mereka bertindak atas kesepakan dan satu kepemahaman bersama. Setelah membuat forum-forum diskusi dan menymakan kesepahaman tadi maka selanjutnya yang dilakukan adalah dengan membuat suatu agenda untuk memformalkan kesepakan tadi dengan membentuk struktur organisasi. Pikirku, mungkin kebanyakan dari organisasi-organisasi yang tumbuh dan berkembang sekarang ini karena itu. Mereka terbentuk atas kesepahaman bersama melalui cara-cara yang seperti itu? Terus bagaimana dengan terbentuknya Negara? Jika Negara dianggap oleh banyak kalangan sebagai suatu organisasi yang formal?. Mungkin saja Negara Indonesia terbentuk atas logika strategi seperti itu. Faunding father negara ini yang memperkenalkan Negara Indonesia melalui alat-alat propaganda untuk keluar dari cengkraman penjajahan saat itu. Kemudian mereka membuat forum-forum yang formal untuk mengukuhkan kesepahaman mengenai keutuhan Negara Indonesia dan mereka bertindak atas kesepahaman bersama untuk membentuk suatu Negara yaitu Indonesia. Sugguh sederhana tetapi secara implementasinya (penerapannya) tidak semudah apa yang dipikirkan.

Setelah itu, saya bersama teman-teman langsung menuju pada tempat biasa kami makan, sebelum itu saya ke salah satu tempat foto kopy untuk mengambil tugas. Saya langsung ke tempat makan dan teman-teman sudah menunggu saya. Langsung tanpa basa basi saya memesan minum dan 2 batang rokok untuk menemani teman-teman bersanda gurau bersama. Disana kami berbincang-bincang mengenai kondisi kampus yang sedang sedikit panas, karena sebentar lagi kami tidak akan dapat menikmati tempat biasa kami makan dan bersada guaru tersebut. Karena sebentar lagi kanti tersebut akan digusur, disebabkan oleh perluasan lahan untuk pembangunan lahan Sportorium yang sedang dibangun. Tidak berapa lama salah satu teman dating dan langsung ikut gabung. Saat itulah diskusi kami berubah. Kedatangan teman tadi membuat diskusi kami tambah hidup. Mengapa? Dengan adanya dia kami langsung mengerutkan kepala untuk menginterpretasikan (menafsirkan) apa yang pertama akan dibicarakn oleh dia. Ternyata yang pertama dibicarakan oleh dia adalah “manusia tidak bedanya dengan hewan” kami bertiga kaget. Terus dari salah satu dari teman kami bertanya, mengapa manusia tidak bedanya dengan hewan? Kemudian salah satu teman saya menjawab dengan cerita. “di salah satu buku yang saya pernah baca, Katanya. Penulis tersebut menceritakan mengenai persamaan antara manusia dengan hewan, dia (si penulis) menceritakan kehidupan kesehariannya. Ketika dia melihat kondisi di tempat ia tinggal. Singkatnya, dalam kehidupan sehari-hari hewan ketika melakukan hubungan setubuhnya memiliki keteraturan yaitu saat musim kawin tiba. Setiap hewan akan melakukan hubungan intim. Artinya, hewan saja memiliki keteraturan dalam melakukan hubungan intim. Sedangkan manusia tidak memiliki keteraturan. Kapanpun dia mau dia akan melakukan hubungan intim. Kami langsung ketawa bersama mendengar jawaban itu.

Selanjutnya, disambung oleh teman yang memberikan pernyataan “manusia tidak ubahnya seperti hewan” dia mengatakan bahwa saya ingin menjadi manusia yang sesungguhnya, tidak manusia secara fisik saja. Akan tetapi manusia yang berakal. Karena manusia secara fisik tidak berakal dan bergerak berdasarkan naluri kehewanan saja. Manusia yang memiliki naluri kehewanan saja akan menimbulkan sifat-sifat seperti hewan. Bertindak berdasarkan insting untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja dan yang timbul hanya nafsu untuk menjatuhkan satu dengan yang lainnya dan tidak menyelaraskan hubungan kemanusiaan. Kesadarannya tidak berangkat dari kesadaran kolektif untuk menyelaraskan hubungan manusia dengan manusia tetapi untuk mencari kepuasan secara individu. Kira-kira seperti itu penjelasannya. Saya jadi teringat pernyataan salah satu tokoh, yaitu Thomas Hobbes, pernah mengatakan homo homini lupus, belung omnium contra omnus. Manusia yang satu dengan manusia lain bertindak seperti serigala. Kemudian, manusia satu dengan yang lainnya akan saling menaklukan untuk mencari yang lemah. Sungguh, tidak manusiawi sekali tidakan seperti itu. Tidak memposisikan diri manusia sebagai makhluk yang secara kolektif menjaga keserasian tetapi sebagai obyek penjajahan. Apakah benar seperti itu manusia? Dimana peran perdamaiannya kalo manusia disandingkan dengan pernyataan seperti itu? Jangan-jangan itu yang dinamakan perdamaian, harus ada yang menguasai dan harus ada yang dikuasai? mungkin saja lahirnya perdamaian karena adanya pertentangan antara yang menguasai dan dikuasai. Untuk itu sering terjadi pembunuhan dan peperangan sekarang ini, karena ingin mencapai perdamaian. Sungguh ironi. Kalau itu terus terjadi. Setelah kami berdiskusi panjang mengenai pertanyaan itu. Diskuis itu selesai, teman saya langsung mengundurkan diri untuk melanjutkan aktifitasnya diluar dan kami berempat langsung membubarkan diri untuk kembali melakukan aktifitas keseharian kami. Itulah sedikit sekelumit dari pengalaman cerita di kantin kampus.